Senin, 18 Februari 2013

Batik dan Komersialisasi Pasar


          Sebelum lebih jauh membicarakan tentang batik, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu batik Batik adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Merupakan peninggalan nenek moyang yang nyaris hampir ada di seluruh wilayah Indonesia. Selama ini kita hanya mengenal batik itu berasal dari Solo, Yogya atau Pekalongan. Padahal hampir di tiap daerah punya sentra batik
          Uniknya, semua tempat mempunyai motif tersendiri. Misalnya motif Mega Mendung di daerah Cirebon. Kreasinya berbeda dengan motif batik yang diproduksi di Garut atau Bogor. Begitu pun dengan daerah lainnya seperti Riau dan Papua. Semua punya kekhasan masing-masing. Biasanya disesuaikan dengan budaya  setempat. Misalnya batik Papua, warnanya cenderung agak gelap. Motifnya juga didominasi  gambar patung. 
        Lebih hebatnya lagi,  kelahiran motif itu mempunyai cerita yang melatarbelakangi pembuatannya. Bahkan ada filosofinya juga. Batik Kawung contohnya. Dari riwayat ceritanya adalah tentang harapan seorang ibu yang ingin mempunyai anak yang bermanfaat bagi masyarakat. Maka untuk mengantarkan anaknya tersebut menghadap raja, sang ibu membuatkan motif batik Kawung. Gambarnya sendiri mirip bunga teratai berkelopak empat yang diartikan umur panjang dan kesucian. Filosofinya sendiri berisi simbol tentang harapan supaya manusia selalu mengingat asal-usulnya.  

http://motifbatik.web.id/sejarah-asal-usul-motif-batik-kawung.html/motif-batik-kawung-21 

Tetapi sebenarnya batik tidak identik dengan motifnya saja. Banyak orang salah memahaminya. Banyak produk tekstil mirip batik yang sebenarnya bukan batik. Desainnya dan corak warnanya dibuat mirip batik yang asli . Mereka membuatnya dengan teknik sablon atau printing. Berbeda dengan batik asli, metode pembuatannya  melibatkan kain putih, malam, canting. Secara sederhana bisa dijelaskan sedikit prosesnya. Kain putih yang telah diberi pola gambar kemudian dilekatkan malam dengan menggunakan canting. Dan terakhir dicelupkan ke dalam obat pewarna.  
Berbatik memang sedang ngetren.  Dari mulai mengenakan daster di rumah, pergi ke undangan, kuliah, sampai ke tempat kerja, semua mengenakan batik. Tapi tentu saja pemakaiannya disesuaikan dengan kebutuhan. Batik untuk di rumah tentu saja tidak sama dengan batik untuk pergi ke pesta atau ke tempat kerja.
Sekarang batik memang sangat populer. Tidak hanya di Indonesia tetapi sudah mulai mendunia. Kiprah para desainer profesional pun ikut andil di dalamnya. Sebutlah nama mas Iwan Tirta almarhum. Lewat tangannya batik bisa dipakai orang-orang ternama, tamu negara , para pejabat dan  selebritis. Bahkan bukan hanya di Indonesia tetapi sudah pada tingkat mendunia. 
          Ada seorang tokoh dunia yang sangat  menyukai batik Indonesia. Dialah  presiden Nelson Mandela. Selain itu Barack Obama dan  Bill Gates pernah mengenakan batik juga. Para selebriti dunia tak ketinggalan kiprahnya berbatik ria, seperti Jessica Alba, Julia Robert, Adele dan banyak lagi lainnya.  
   Komersialisasi batik pun semakin mewabah ke berbagai tingkatan usia. Pasarnya semakin meluas mulai dari balita sampai kakek dan nenek. Bahkan sekarang didesain motif dan model batik yang disesuaikan dengan segmen remaja. Batik pun masuk ke beberapa kelas sosial  di masyarakat mulai dari tukang beca sampai petinggi negara dan selebritis juga. Tapi tentunya kualitaslah yang membedakannya.
Sekarang kalau mau berbelanja batik tidak susah lagi. Banyak toko batik bertebaran bak jamur di musim hujan. Mereka menetapkan harga yang murah untuk barangnya. Baju anak balita dengan desain yang lucu bisa dibeli hanya dengan uang sepuluh ribu rupiah. Berbeda dengan batik dengan merek besar seperti Danar Hadi atau Batik Keris. Karena jaminan kualitasnya mereka mematok harga ratusan ribu sampai jutaan harganya. Dan tempat membelinya juga khusus. Biasanya di butik batik yang khusus menjual merek mereka  saja.
Tetapi jangan khawatir, kita juga bisa berburu batik di toko batik secara  online.  Batik online ini tak kalah lho kualitasnya dengan batik-batik yang dijual di mall. Kita tinggal memilih yang sesuai selera, kebutuhan dan kantong kita.
Ada sedikit saran untuk para produsen batik Indonesia yang menjual produknya di internet. Karena online ini sifatnya mendunia, maka untuk memperluas pasar batik Indonesia hendaknya kita memperhatikan kualitasnya. Baik itu kualitas kainnya, kualitas tintanya, kualitas jahitan bajunya. Dipakainya juga harus nyaman. Secara online kan kita tidak bisa  menyentuh barangnya, maka apabila ada pemesan dari luar Indonesia hendaknya barang itu tidak mengecewakan.  
Yang tak boleh dilupakan adalah pemilihan motifnya baik motif klasik maupun modern. Hendaknya bisa disesuaikan untuk semua kalangan. Lebih bagus lagi melakukan inovasi seperti yang dilakukan batik Keris yang mengajak kerja sama dengan pihak Disney. Ia membuat motif Mickey Mouse hadir bersama batik. Tersedia tidak hanya berupa kemeja, tapi juga kain, t-shirt, baju terusan dan  atasan. Hasilnya jadi unik, kreatif, nyentrik dan menarik. 

 http://www.thecrowdvoice.com/post/motif-mickey-mouse-hadir-dalam-batik-keris-3381650.html

Memang komersialisasi pasar untuk batik tak akan lekang oleh jaman selama para produsen batik bisa mengikuti selera pasar. Juga mempunyai daya kreativitas yang tinggi dengan membuat desain baru yang sesuai permintaan pasar dengan tidak meniru motif lain yang sudah ada. Jangan takut kalah bersaing dengan negara lain yang memproduksi batik secara gencar. Secara kualitas batik Indonesia jauh lebih unggul kok. Hal itu karena batik Indonesia menggunakan teknik warisan nenek moyang yang tidak digunakan oleh negara lainnya. Bravo batik Indonesia!

Tulisan ini sebagai keikutsertaan kontes ini :






Sumber referensi : 
1. http://motifbatik.web.id/sejarah-as
2. http://www.farizcraft.com/profil-usaha/64-pengetahuan-batik-yang-asli-dengan-batik-sablon.html
Posting Komentar