Sabtu, 05 Januari 2013

Tentang Cita-citaku Menerbitkan Buku Sendiri

 
Aku hanya seorang penulis pemula. Mempunyai buku dengan bendera sendiri adalah ambisiku. Tetapi ternyata tidak mudah untuk menggapai semua itu. Menembus penerbit mayor tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka aku memutuskan untuk mencoba menerbitkan buku di penerbit indie. Tetapi dana yang terbatas membuat aku mendapat fasilitas yang terbatas juga. Salah satunya adalah desain covernya yang sederhana.
Padahal aku menyadari sepenuhnya bahwa selain kualitas isi buku, aku harus memperhatikan unsur lainnya agar penjualan bukuku laku nantinya. Tentu saja aku akan membuat sinopsis promo yang memikat. Lalu  akan gencar menerapkan berbagai strategi marketing via internet.  Semuanya untuk satu tujuan : bukuku akan semakin banyak dibaca orang.
Tetapi aku pun menyadari bahwa ada satu pemikat lagi yang tak kalah pentingnya. Itulah cover buku. Bagi aku cover buku itu harus mencerminkan isinya. Sudah pasti harus kelihatan bagus. Utamanya bisa menarik perhatian orang yang melihatnya. Tetapi karena pelayanan yang terbatas, sering hasilnya malah sederhana. Kadang aku berpikir sebagai sesuatu yang “ngasal” saja.  
Suatu hari aku iseng menjelajah di Google. Aku menemukan sebuah link : http://orderdesain.com/ Aku tertarik melihat gambar-gambar di sana, sehingga langsung kuhabiskan waktuku untuk melihat-lihat. Ada desain kartu nama yang unik, brosur, kartu undangan dengan gambar-gambar yang menarik dan berbagai layanan yang suatu saat pasti aku butuhkan.
Tapi mataku langsung terpikat pada cover buku.  Benar pepatah yang mengatakan bahwa sesuatu kalau ditangani seorang ahli, hasilnya akan sangat maksimal. Dan sebagai orang awam, aku melihat cover-cover buku contoh di sana sungguh menarik. Ya, seolah memberi kecerahan tersendiri pada pandangan mata. Sejenak melihat dan malah terus ingin memperhatikan lebih seksama. Warnanya yang cerah ceria bagiku sungguh menggoda. Ternyata padu padannya serasi punya. Cover terasa bercerita, mewakili isinya serta nampak sesuai dengan judul bukunya. Sebagai contohnya kita lihat yang ini :
 
Aku jadi penasaran menanggapinya. Sebagai seorang yang bukan ahli desain atau pengamat foto, aku melihat komposisi gambarnya sempurna. Kesannya ramai tapi menarik.  Aku mengacungkan jempol. Top deh. Bagi aku sendiri tidak pernah terpikir atau sekedar membayangkan  desain cover sekreatif itu.
Oh ya, di penerbit indie itu kita ditawari mau desain covernya seperti apa. Terus kita diskusikan.  Setelah beberapa lama lalu diberikan gambarnya. Kalau kita belum puas, kita diperbolehkan memberikan masukan. Jadi kita bisa meminta untuk menambahkan atau mengurangi sesuatu. Ada waktu revisi sampai beberapa kali tergantung layanan kelas bagaimana yang kita beli.
Kembali ke cover tadi, kesannya seperti lihat aku dan beli. Aku menarik sekali, bukan?
Gambar ini merupakan contoh yang lainnya. Ketika pertama aku melihat ini, yang paling menonjol adalah gambar orangnya. Bentuk wajahnya unik, begitu pun dandanan dan ekspresinya. Aku lebih suka mengatakannya sebagai berkarakter. Kemudian icon-icon kecil dalam kotak itu. Sungguh menggambarkan bahwa pembuatnya seorang yang sungguh kreatif. Memang tidak menggunakan banyak warna. Tetapi secara keseluruhan tampil sangat apik dengan dominasi hitam  dan desain lainnya yang ciamik.

Hohoho, yang ini ringan, manis, ceria. Memberi kesan segmentasi anak muda atau dewasa bergaya. Bagi aku menarik juga. Aku suka terutama bagian belakangnya. Dan hahaha....aku jadi membayangkan menulis sinopsis yang menarik di sana.

Yang ini, kekuatan hitamnya demikian melekat. Dibenturkan dalam kontras putih dan garis-garis yang rapi dengan ilustrasi kecil di atasnya. Tapi itu tetap menyita perhatian. Sebagai orang awam aku sangat menikmati sisi menonjol  dari kualitas berkelas desainnya. Jujur, aku suka. Serasa mewakili seleraku akan sebuah cover buku. 
Duh, jadi ingin cepat-cepat punya buku solo nih dengan isi yang bagus, bermanfaat serta cover yang memikat. Tetapi bagaimana jika harus mengeluarkan uang Rp.300.000,- untuk cover sekelas itu? Hm, agak berat  bagi kantong sakuku memang. Tetapi aku yakin akan berimbang dengan kepuasan dan daya jualnya. Jadi pasti tidak akan rugi. Karena sering harga sebuah kepuasan itu tidak bisa dinyatakan dengan uang. So, semangat menulis buku!

 
(Cover-cover indah itu kembali terbayang-bayang di pelupuk mataku).

***
Poskan Komentar