Selasa, 01 Januari 2013

Jus Buah, Diet Sehat dan Kegemukan






Ping! Pagi itu temanku menyapa lewat BBM.
Pagi Widuri, apa kabar?” Sapanya hangat.
“Pagi juga Mas, alhamdulillah aku baik-baik saja.”
“Lagi apa Wid?” Lanjutnya kemudian.
“Makan buah,” jawabku santai.
“Pagi-pagi begini? Sudah sarapan belum?” Tanyanya agak kaget.
“Ya, inilah sarapanku. Tiap hari aku memulai hari dengan makan buah-buahan atau jus sayuran,” jelasku.
“Kalau di keluargaku tidak biasa seperti itu. Sarapan ya sarapan bukan makan buah dulu. Karena itu bisa menyebabkan kita  sakit perut.”
Aku tak tahu lagi bagaimana menanggapinya. Segera aku buka internet dan browsing di Google mencari referensi tambahan.
Dari situs femina.co.id aku mendapati sebuah fakta bahwa ternyata minum jus buah di pagi hari selain menyegarkan juga bisa menyehatkan. Bahkan ada penjelasan tambahan bahwa  minum jus itu bisa dilakukan kapan saja termasuk pagi hari. Juga sebanyak apapun yang kita mau. Suka-suka sajalah. 
Dalam situs itu malah dijelaskan lebih detail manfaatnya. Bahwa buah itu mengandung banyak air dan serat hingga bisa melancarkan pencernaan.  Bahkan hanya dengan segelas jus di pagi hari, akan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian kita.  Jus juga bisa menambah energi untuk otak sehingga bisa memperlancar aktivitas. Tetapi, tambahnya lagi, jusnya harus dikonsumsi setelah sarapan yang  dilengkapi  menu yang benar. Juga jangan memilih buah yang asam untuk dijadikan jus.  Pisang, pepaya, wortel dan apel termasuk buah-buahan yang sangat dianjurkan dikonsumsi sebagai pelengkap sarapan.
Tetapi akan jauh lebih baik lagi jika   tidak selalu dalam bentuk jus. Buah yang dimakan langsung bisa dijadikan alternatif karena bisa  membuat lambung bekerja lebih baik.
Jadi teringat beberapa bulan silam, aku pernah diet buah dan sayur juga. Maksudnya tiada lain untuk mengurangi bobot badan. Tetapi sekarang ternyata ketahuan bahwa diet seperti itu kurang efektif.  Berat badan sih memang menurun, tetapi ternyata oh ternyata, hal itu karena air dalam tubuh berkurang, sedangkan lemaknya  tetap saja. Diet seperti itu juga ternyata mengurangi kekebalan tubuh kita. Hal itu masuk akal juga ternyata. Setiap harinya tubuh kita kan memerlukan zat gizi yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Buah-buahan dan sayuran ini hanya memenuhi kebutuhan kita akan mineral dan vitamin. Sedangkan yang lainnya terbengkalai. Akibatnya justru fatal karena sesudah diet selesai,  tubuh kita akan cepat kembali ke berat badan semula. Hiks.


Di situs LintasMe aku  menemukan kesimpulan yang berdasarkan penelitian para ahli. Jus jeruk yang diminum pada saat sarapan bisa membuat awet muda, mencegah obesitas dan penyakit otot jantung , pembuluh darah,  diabetes, dan kelainan metabolik. Jadi jika kita mau berdiet sebaiknya aturlah pola makan dan hitunglah kalori yang diperlukan. Jangan sampai seperti aku, niat berdiet menggebu-gebu, tapi perut lapar melulu. Sehingga jadinya tak kontrol dengan makan-makan yang harusnya jadi pantangan. Akibatnya bobot badan naik tak terkendali.
 Aku memang tak pernah bisa disiplin ketika berdiet termasuk saat harus mengkonsumsi obat untuk diet. Jadi kesuksesan untuk langsing dan sehat = tekad kuat dan disiplin dalam menerapkan pola makan yang seimbang.  Ya, akhirnya obsesi untuk langsing hilang, yang penting sehat dan bisa melakukan aktivitas harian dengan tenang, tanpa keluhan kesehatan. Sementara begitu dulu deh kayaknya.  Salam sehat  untuk semua ya.






Sumber tulisan :


Posting Komentar