Sabtu, 29 Juni 2013

(Seri 1) Langkah Awal Menjadi Penulis Freelancer


Seri Menjadi Penulis Freelancer.
 

Akan menjadi suatu kesenangan tersendiri jika hobi bisa mendatangkan uang. Dan hal itu bukan lagi mustahil di zaman sekarang. Bagi mereka yang hobi menulis, keberadaan internet telah menjadi pembuka jalan. Walaupun uang yang didapatkan tidak seberapa, tetapi akan sangat bermanfaat bagi yang ingin meningkatkan keterampilan menulisnya. Yang asalnya pemula, bisa kok menjadi profesional, kenapa tidak? 

Dan sesudah luwes menulis dengan kualitas profesional,kita kan bisa menulis di mana saja yang bisa membayarnya  lebih besar. Entah dengan menulis di  media nasional  bahkan tak menutup kemungkinan untuk menulis buku juga. 

Dan untuk sampai pada tujuan itu tentu saja harus melewati sebuah proses. Apalagi bagi mereka yang masih pemula di dunia kepenulisan. Percayalah, peluang terbuka lebar. Hanya satu yang  yang menjadi syarat mutlak, mereka membutuhkan penulis yang profesional. 

Eit, tapi jangan salah sangka dulu dengan hal satu itu. Tuntutannya bukan untuk menghasilkan konten tulisan yang sangat sempurna, apalagi disamakan dengan kualitas artikel di koran. Karakteristik menulis di internet mempunyai sedikit perbedaan dengan di media cetak. Di internet sifatnya lebih santai, bahasanya tidak begitu formal namun tetap harus memperhatikan EYD (ejaan yang disempurnakan). Tidak begitu sulit kok.  Dan sebagai langkah awal ada beberapa hal  yang harus diperhatikan :  

a    a. Rajin berlatih.

Banyak sekali pakar di bidang kepenulisan yang mengatakan kalau kita mau menjadi penulis maka harus menulis. Kalau kita mau mahir menulis maka menulis jugalah. Artinya keterampilan menulis kita akan semakin baik jika kita menulis dan terus menulis. Semakin banyak kita menulis akan semakin terasah kemampuan kita dalam mengolah ide dan kata.  

Dulu, saya juga berlatih menulis dengan menjadi penulis tamu di blog orang lain. Lalu mengikuti berbagai lomba kepenulisan untuk mengukur kemampuan menulis kita. Pada akhirnya, sekarang berani untuk menulis di website yang membutuhkan tulisan tertentu. Dengan demikian, akhirnya saya bisa mendapatkan uang. 

b      b. Rajin mencari informasi dengan browsing di Google.

Peluang itu tidak datang sendiri seperti hujan yang jatuh dari langit. Ia perlu dicari dan ditelusuri. Dan ternyata terdapat cukup banyak situs yang membutuhkan penulis freelance. Terutama dalam bahasa Inggris. Perbandingannya kurang lebih 80% konten Inggris dan 20 % konten dalam bahasa Indonesia. Walaupun tidak mempunyai begitu banyak pilihan, tetapi menulis artikel dalam bahasa Indonesia pun kalau dilakukan kontinyu, bisa menghasilkan uang yang lumayan. Tapi dengan catatan, kita bisa menulis dalam jumlah banyak. Juga website yang memerlukan tulisan kita, bayarannya lebih besar dibanding yang lainnya. Lho, jadi yang mana dong situsnya?


Hahaha, pasti berpikirnya demikian. Awal-awalnya saya juga sempat sedih nyemplung di dunia menulis artikel freelance. Bayangkan saja, ada  artikel yang hanya dibayar Rp.2.000,- satunya. Anehnya lagi, mereka menuntut tulisan yang bagus dalam arti tidak copas. Dan banyak juga yang sifatnya mengikat dan cukup membebani kita. Misalnya, kita dituntut menulis 15 artikel per hari, jika kurang dari itu maka akan dikenakan denda. Besaran denda disesuaikan dengan kekurangan jumlah artikelnya. Bahkan ada juga yang berdasarkan lamanya hari terlambat sampai artikel itu harus disetorkan.

Tetapi ada kecenderungan semakin banyak situs di internet ini yang ingin berpromosi. Terutama perusahaan-perusahaan yang mempunyai produk tertentu. Tetapi kita tidak dituntut  untuk mereview produknya tersebut. Misalnya produk tentang alat kesehatan. Kita dituntut menulis artikel tentang kesehatan yang berhubungan dengan produk itu. Situs produk apapun itu selalu membutuhkan artikel di websitenya. Karena situs tanpa artikel itu mungkin seperti badan tanpa nyawa. (Hahaha, maaf lebay.)

c     c. Cara menemukan   website yang mencari penulis freelance.

Website sejenis ini bisa kita temukan di situs-situs lowongan kerja. Banyak sekali situs lowongan kerja bertebaran di internet. Sering juga melakukan penipuan dengan cara mengarahkan kita untuk bergabung di komunitas tertentu sedangkan informasinya malah tidak ada. Begitupun, banyak situs yang copas loker (lowongan kerja) itu dari situs lainnya. 

Tapi saya mempunyai lowongan kerja yang terpercaya. Yang setiap kali saya kontak, mereka selalu memberikan jawaban. Tetapi khusus loker yang baru ya, yang sudah lama lokernya tidak dijawab tuh. Di sana saya menemukan banyak sekali kesempatan untuk menulis berbagai tema, seperti komputer, psikologi, properti dan lain sebagainya. Lebih banyak lagi yang mencari penulis yang bisa menulis dalam bahasa asing itu. 

Untuk mencari situs yang dimaksud, cukup ketik di pencarian Google : lowongan kerja penulis freelance di kaskus juni 2013. Oh ya, karena saya tidak bisa setiap hari browsing, maka saya pun berlangganan pemberitahuan peluang kerja penulis di Trovit. Setiap mereka ada lowongan baru sebagai penulis, mereka akan mengirimkannya kepada saya via email. Jadi saya tinggal melihat dan memutuskan apakah bisa bergabung atau tidak.

d. Hati-hati penipuan.

Inilah sikap yang harus terus diterapkan di dunia online. Tidak jarang banyak yang memanfaatkan kesempatan ini dengan menipu. Mereka memberikan peluang yang menjanjikan dengan bayaran yang lumayan. Tetapi kemudian kita diminta uang duluan untuk keperluan tertentu. Dan ternyata motif yang seperti itu adalah penipuan. Walaupun kata beberapa teman ada  juga yang bukan penipuan. Tetapi seyogyanya kedepankan sikap hati-hati. Tentu saja untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, lebih baik menghindari saja kalau ada yang meminta uang.

So, sudah ada gambaran, kan? Mungkin sekian dulu. Semoga tulisan seri pertama menjadi penulis freelance ini bermanfaat. Ditunggu kritik, saran dan masukannya ya. Yuk, semangat menulis. 

***


 

Posting Komentar