Kamis, 06 Juni 2013

Naik Pamornya Makanan Tradisional Sunda



Makanan tradisional mempunyai beberapa keunggulan. Selain rasanya yang enak dan khas, juga lebih sehat. Hal itu karena makanan tradisional jarang sekali memakai pengawet atau pewarna buatan. Untuk memberikan warna hijau, biasanya menggunakan daun suji. Dan aroma alaminya juga biasanya didapatkan dari daun pandan atau rempah-rempah. Pembungkusnya  memakai bahan yang ramah lingkungan. Misalnya lepet, bugis, bubur lolos, nagasari, semuanya mengunakan daun  pisang. Atau bacang yang menggunakan jenis daun lainnya dan dibentuk bersudut sehingga kelihatan menarik.  

Ada banyak sekali jenis makanan tradisional di tanah Sunda. Dari mulai yang berasa pedas, manis hingga yang berasa asin. Bentuknya bisa makanan basah sampai makanan kering yang bisa disimpan dalam waktu lama. Cara pembuatannya pun dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari yang digoreng, dikukus, dibakar dan lain sebagainya. 

Kebanyakan makanan tradisional Sunda kaya dengan karbohidrat. Misalnya cuhcur, makanan ini dibuat dari tepung beras yang ditambahkan gula merah kemudian digoreng sehingga menghasilkan kue yang bentuk dan rasanya manis. Awug, masih terbuat dari tepus beras dan tepung ketan yang ditambahkan gula merah. Sangat cocok dijadikan sarapan, karena kaya akan karbohidrat dan gula. Berbeda dengan serabi, selain terbuat dari tepung beras atau tepung terigu, tidak perlu ada tambahan lainnya. Tapi ada juga yang menambahkan telur dan taburan sambal oncom di atasnya.

Makanan tradisional di daerah Sunda juga mempunyai nama yang unik. Biasanya berbentuk akronim. Contoh cireng adalah singkatan dari aci digoreng, cilok, itu aci dicolok, combro itu oncom di jero (ada oncom di dalamnya), gehu, toge di dalam tahu dan lain sebagainya. 

Sekarang, makanan tradisional tergeser kedudukannya dengan makanan modern sehingga ada beberapa yang susah ditemukan. Bahkan di pasar tradisional sekalipun seolah hilang. Tetapi seiring berkembangnya kota Bandung, maka sekarang makanan tradisional Sunda tidak susah lagi mencarinya. Selain di toko-toko kue basah, makanan tradisional Sunda juga naik pamor masuk kafe-kafe. Bahkan ada yang khusus untuk makanan tertentu. Contohnya serabi.

Tetapi pastinya perlu inovasi lebih agar makanan itu punya tempat sendiri di hati para pecinta kuliner sejati. Selain soal tempat yang bersih dan nyaman. Pengelola pun dituntut untuk memberikan sajian rasa yang lebih enak dan variatif. Maka lahirlah kemudian serabi dengan berbagai variasi rasa. Selain yang aslinya memakai telur atau sambal oncom di dalamnya, maka ada juga serabi berasa manis yang dibubuhi selai atau keju. Selainya macam-macam pula, ada stroberi, nanas dan lain sebagainya. Bahkan serabi berbentuk kecil yang ditaburkan kuah gula merah bercampur potongan nangka, emh…sedapnya.

Dan bukan hanya serabi, bahkan colenak (dicocol enak) yakni makanan tape yang dibakar atau digoreng dicocol gula merah ada juga penjual khususnya. Tetapi ada juga kafe khusus yang menjual berbagai makanan tradisonal  sebagai dessert plus minuman tradisionalnya. 

Ah, Bandung memang lengkap dengan makanan tradisionalnya. Selain juga jenis makanan tradisionalnya juga banyak sekali. Berarti, akan banyak sekali pilihan untuk menyantapnya. 

Penasaran dengan makanan tradisional Sunda, yuk mampir ke Bandung, surganya kuliner Jawa Barat.
***


Posting Komentar