Kamis, 09 Agustus 2012

Alasan Mengapa Aku Cinta Batik Indonesia


Aku lahir, tinggal dan besar di Indonesia.  Aku bangga karena Indonesia kaya akan ragam budaya. Mulai dari adat istiadat, pakaian, rumah tradisonal, tarian daerah, nyanyian dan juga batiknya.
Batik memang sudah tidak asing lagi dalam keseharianku. Aku melihat nenek menggunakan kain batik jika di rumah atau bepergian. Ketika aku kecil akupun mengenakan sarung kain batik ketika pergi mengaji. Bahkan saat melayat orang yang meninggal, sebelum dikafani, jasadnya ditutupi kain batik.
Sampai sekarang pun, batik tetap akrab denganku. Dasterku entah yang berbentuk blus, setelan dengan celana pendek atau celana panjang semua terbuat dari batik. Bahkan pakaian untuk kerja banyak yang bercorak batik tapi dengan model yang modern. 

 
 Judul : Bergaya dengan batik.
Ternyata batik oke juga buat bergaya, walau maaf. ada handuk ikut serta.
Batik bagi aku melambangkan keanggunan seorang manusia. Para pria kalau pergi ke undangan kelihatan lebih berwibawa bila mengenakan batik. Pun pada wanita lebih terasa ciri keanggunannya. Batik memang istimewa.
Makanya aku sangat setuju kalau batik Indonesia perlu dilestarikan.  Mengapa demikian? Alasannya simpel saja. Batik Indonesia adalah warisan nenek moyang yang mempunyai daya kreasi seni yang tinggi. Hingga jangan heran kalau karena keungggulannya, batik Indonesia  telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan dunia yang patut dilestarikan.
Pun seharusnya kita menjaga dengan baik warisan budaya tersebut. Jangan sampai bangsa lain mengklaimnya sebagi warisan budaya nenek moyangnya. Padahal jelas-jelas itu adalah karya seni Indonesia yang turun temurun sejak lama.
Atau janganlah juga kita membiarkan motif-motif karya nenek moyang kita ditiru atau  diklaim orang lain. Apalagi dalam kelas dunia. Dalam pemberitaan akhir-akhir ini ada selentingan atau kabar miring bahwa motif mega mendung diklaim oleh perancang Julien Mcdonald sebagai inspirasi yang berasal dari Cina. Padahal jelas-jelas motif mega mendung itu adalah motif khas dari Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam even kaliber dunia bernama London Fashion Week. Ck ck ck…Batik Indonesia, nasibmu.
Belum lagi di Eropa bermunculan motif-motif batik yang hampir mirip motif batik Indonesia.  Mereka menjualnya ke benua Afrika. Masyarakat di sana sangat menyukai motif batik Indonesia. Tuh lihat, batik Indonesia keren, kan?
Jadi ingat, sekitar empat bulan yang lalu aku punya teman online yang berasal dari Eropa. Dia bilang sedang ada di Indonesia dan mau ke Jakarta semingggu lagi, kalau tidak keberatan ia ingin mampir bertemu aku di Bandung. Aku selalu berpikir kalau orang asing yang ada di Indonesia biasanya datang untuk berwisata, walau untuk urusan bisnis juga ada. Tetapi ia mengatakan kalau ia ada di Indonesia untuk berbisnis. Lalu aku menanyakan  bisnis yang ditekuninya di Yogyakarta. Aku cukup terkejut saat itu karena ternyata dia sedang berburu batik ke Pekalongan, Solo dan Yogyakarta untuk di jual di Afrika dan beberapa negara Eropa. Waktu itu aku berniat akan menulis profilnya untuk tulisanku. Sayang di situs itu aku di blacklist sehingga semua dataku hilang termasuk teman-temanku. Padahal dia sudah menuliskan nomor teleponnya, sayang aku tidak sempat mencatatanya.
Dari sana aku yakin sekali kalau batik Indonesia digemari. Jika orang lain dari belahan dunia lain saja begitu cinta sama batik, kenapa orang Indonesia sendiri tidak? Kalau aku perhatikan motif dari tiap daerah mempunyai kekhasan tersendiri. Batik Pekalongan berbeda dengan batik Solo apalagi dengan Garut. Masing-masing unik dengan motifnya.
Hm, aku makin bangga pada batik Indonesia. Bahkan menurut adik ipar yang baru pulang dari Belanda, dia menceritakan kalau di Belanda motif batik menghiasi porselen, furniture dan lain sebagainya. Artinya batik menempati nilai tinggi sebagai karya seni.
Kabar terakhir yang aku dengar juga menyenangkan.  Industri batik Indonesia meningkat tajam. Aku berharap para pengrajin batik bisa meningkatkan kesejahteraannya menjadi jauh lebih baik. Batik memang sudah mendunia kini. Apalagi kita semua tahu kalau tokoh seperti Nelson Mandela saja sangat menyukai batik. Jadi, mengapa kita tidak? Bravo batik Indonesia.  


***

Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Catatan Akhir Pekan dengan Tema Aku Cinta Batik Indonesia.

Posting Komentar