Minggu, 27 Oktober 2013

(Seri 2) Tehnik Menulis Rewrite

Boleh dikata rewrite adalah  menuliskan kembali sebuah tulisan dengan cara yang berbeda untuk mendapatkan sesuatu yang lebih ‘fresh’ dan  baru. Salah satu indikasi kesuksesan rewrite adalah lulus  copyscape.

Copyspace sendiri adalah sebuah situs yang bisa mendeteksi apakah tulisan kita mempunyai kesamaan dengan tulisan lain yang sudah ada di internet. Jika dalam melakukan rewrite, jika kita mengambil satu kalimat saja yang sama, maka copyscape bisa segera mendeteksinya.

Jadi bagaimana dong agar rewrite kita berhasil?

Pertama baca keseluruhan tulisan yang aka kita rewrite. Catat poin-poin pentingnya saja. Kalau saya masih bisa menyimpannya di kepala. Tapi akan lebih baik kalau dicatat biar tidak ada yang terlewat.

Kedua, mulai dari pendahuluan dimana mengedepankan sisi paling menarik dari tulisan itu. Mengapa demikian? Karena hal itu untuk membuat pembaca  penasaran akan kelanjutan tulisan yang kita buat. Sebaiknya pada paragraf pertama tersebut berisi intisari atau hal/informasi  paling penting yang akan menjadi sisi paling menarik dan membuat penasaran.

Ketiga, isilah tulisan dengan hal-hal penting yang kita tulis dengan cara dan gaya kita sendiri. Kalau kita sukanya gaya menulis yang santai, ya lakukan dengan cara demikian. Jika kita suka menulis dengan cara yang kaku atau menggunakan bahasa yang sangat baku, ya silakan aja. Yang penting sesuaikan saja dengan kebutuhan.

Keempat, berilah penutup yang membuat pembaca terkesan. Entah dengan jawaban yang menggantung, kesimpulan yang unik atau apapun asal menarik.

Kelima, judul berperan penting sebagai penentu apakah calon pembaca akan membaca tulisan kita atau tidak. Judul diusahakan menarik perhatian, entah mengejutkan, memberi informasi yang diperlukan dan lain sebagainya.

Sebagai contoh saya tuliskan sebuah tulisan rewrite made by saya sendiri. Silakan klik artikel ini.


Tetap semangat  menulis ya.
Dewi Iriani


Posting Komentar