Minggu, 06 Oktober 2013

12 Jam yang Mengesankan


Pagi 5 oktober 2013 jam 6.00 pagi.

Aku melangkah bergegas menuju Superindo depan rumah. Aku sengaja tidak mau ngaret. Membiasakan diri datang lebih pagi, lebih bagus lagi bukan? Maka aku menunggu di tempat biasa aku senam. Perlahan mobil Grand Livina masuk dan berhenti tepat di tengah tempat parkir.

Aku menunggu Lies datang. Setengah tujuh Lies baru sampai dan langsung menyapa si empunya mobil tersebut. Hehehe rupanya dia teman Lies yang sudah mau menyediakan tempat untuk kami ikut. Nebenglah istilah kerennya.

Melajulah kami ke SMA 24 Bandung tempat dulu kami bersekolah. Sudah banyak yang berkumpul rupanya. Kami pun saling menyapa. Dan hm, cukup lama kami menungu teman lainnya yang belum datang. Setelah berkumpul semua, kami pun mulai melaju meninggalkan sekolah.

Di depan Kampung Gajah kami berhenti untuk membeli makanan sambil menunggu teman lain lewat. Ami, si kecil yang lucu berteriak-teriak dari dalam mobil. “Ada gajah! Gajah besar!” Katanya sambil menunjuk deretan gajah berjejer di pinggir jalan. Padahal gajahnya kecil-kecil menurutku sih. Ah ya, mungkin karena Ami masih kecil. Atau mungkin juga ia belum melihat gajah yang sebenarnya. Ah, kenapa jadi membahas gajah ya?

Sesudah itu kami pun melanjutkan perjalanan. Ada 5 mobil lain di belakang yang masih merupakan rombongan kami. Akhirnya, dengan berbagai cerita di dalam mobil, kami pun sampai tujuan.

Welcome to CIC. Yes, I am coming!

Setapak demi setapak kami menaiki tangga. Angin sepoi-sepoi begitu lembut menyapa kami. Dari atas kami lihat 2 kolam renang. Sayang, yang satu airnya menghilang dan satu lagi tinggal sedikit. Artinya, mustahillah bagi kami untuk berenang. (Lagian siapa yang mau berenang, aku hanya bisa gaya tutut dan gaya batu saja kok!)


Kami kemudian disuguhi pemandangan alam yang cukup indah. Biasalah pohon-pohonan dan tebing yang curam. Tersedia saung-saung berjejer di sana. Hanya kami menempati saung panjang. Kami pun duduk-duduk dengan santainya. Acara pun langsung dimulai.

Seperti biasalah, seremonial, sambutan-sambutan dan doa dari panitia. Kami lalu makan. Tanpa sadar aku makan terus. Sampai akhirnya aku terkesima sendiri. Semua lauknya habis, tapi nasinya masih banyak. Akhirnya aku membungkusnya. Nggak mungkinlah aku makan sama sambal. Ampun pedasnya!

Usai itu sempat nyanyi-nyanyi dan joget bersama. Weni dan Elis tuh, mantap! Mereka senang banget joget. Lalu kami flying fox. Agak sedikit kecewa juga sih. Maklum bagi aku arenanya kurang curam, pemandangan kurang indah dan rutenya kependekan. Hasratku untuk teriak jadi hilang deh. Lucunya, di tengah jalan kita dipanggil Pupung. “Dewi! Foto dulu!” dan klik! Halah, pasti hasilnya hancur lebur. Orang lagi syok-syoknya kok.


Setelah itu kita makan bajigur dan kopi serta makanan seperti kacang, ubi dan lainnya. Akhirnya foto-foto bersama.

San inilah beberapa foto yang ada di dokumentasiku.


Nggak ngerti, Mak Iim dan Mak Weni sedang apa ya? Mak Iim menutup hidungnya. Apa banyak debu ya Mak?










Dan secara tidak sengaja, rupanya ini foto eks 2 sos 4. Aku, Weni, Lies dan Yeni. Waah, jadi terbayang masa dulu. Pingin diulang lagi deh masa sekolahnya. Bisa tidak ya? Ya, nggak la yaw, dasar! Ngawur! Penghayal kelas tinggi! (Aduh, sekali-kali menghayal boleh dong, orang gratis ini).


Dan inilah kami. Bahagia? Ya. Puas? Cukuplah. Ingin lagi? Tentu saja. Hahaha….!


***

Salam

Pas sampai rumah, aku melihat jam. Jam 6 tepat. Inilah memang 12 jam yang mengesankan. Terima kasih untuk panitia dan teman-teman semua. Terutama seorang teman yang telah memberi kami banyak hadiah. Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan yang berlimpah. Amin.

Posting Komentar