Senin, 09 Juli 2012

SEMANGAT PLUS-PLUS FROM KEB



Mau aku kasih tahu bagaimana agar semangat menulis terus menyala-nyala? Salah satu yang paling aku rasakan adalah aktif di komunitas menulis. Itu pula yang sudah aku lakukan. Aku mengikuti lebih dari dua puluh komunitas menulis mulai dari yang terbuka, tertutup hingga yang rahasia. Tak terkata banyaknya ilmu yang aku dapat dari sana. Apalagi kalau sudah bertemu langsung. Itu jauh lebih efektif untuk memacu semangat diri.

Berkaca ke masa lalu. Ini pengalaman yang mengesankan bagiku. Suatu hari aku mengikuti pertemuan para penulis. Benar-benar aku merasa menjadi seekor semut kecil yang bersembunyi di balik batu besar. Mengapa aku mengatakan demikian. Karena yang hadir di sana bukanlah para penulis ecek-ecek. Ada Andi Yudha, Benny Ramdhani, Ali Muakhir, Tethy Ezokanzo, Haya Aliya Zaki, Triani Retno, Indah Julianti Sibarani dan banyak lainnya. Hebatnya lagi mereka sudah menelorkan buku bukan hanya satu dua buku. Tapi puluhan!

“Maaf, sampai saat ini aku belum mempunyai satu buku pun. Sudah ikut puluhan audisi untuk antologi, tapi satupun tidak ada yang lolos.” Begitulah tuturku waktu itu saat mengenalkan diri. 

Dan apa yang terjadi dari belakangku ada yang nyeletuk, “kasihan deh Lo!” Tiga patah kata itu seolah cambuk yang membangunkan aku. 

Sejak itu aku menulis dan terus belajar. Sampai akhirnya satu demi satu aku menjadi kontributor dan naskahku diterbitkan. Sampai saat ini sudah 23 buku yang ada tulisan aku di dalamnya. Hikmahnya, aku kadang ditawari teman-teman penulis senior untuk gabung dalam antologinya. Bahkan, entah tahu dari mana ada beberapa penerbit yang meminta aku menulis buku. Tapi kutolak, aku belum percaya diri menulis buku solo. Aku hanya menerima tawaran temanku untuk menulis buku cerita anak tentang matematika pesanannya. Buku yang ratusan halaman, entahlah aku tidak percaya diri bahwa aku bisa. 

Karena seringnya pertemuan langsung di darat, (waktu itu di Gramedia), Aku terpacu dan ingin mencoba menulis buku sendiri. Oh my God, akhirnya aku bisa menulisnya. Tapi itupun tak lepas dari motivasi berkesinambungan dari  Mbak Indari Mastuti di Indscript Creative.

Tidak hanya sampai di situ, pertemuan demi pertemuan terus kuikuti. Dari sana membawa napas pembaharuan yang membawa getar sendiri di hati. Dan menggelorakan semangat menulis berlipat-lipat. Pun dalam pertemuan KEB ini. Apa yang bisa aku katakan adalah luar biasa. Inilah pertemuan tentang blog pertama kalinya. Dan sungguh mengesankan, karena banyak pembicaranya. Dan mereka membawa temanya sendiri-sendiri.

Oh ya, bagi yang belum tahu KEB. Inilah sedikit informasinya. KEB singkatan dari Kumpulan Emak-Emak Blogger. Maksudnya adalah komunitas di mana emak-emak yang mempunyai blog bisa saling berbagi blog mereka. Digawangi oleh empat orang admin. Mereka adalah Mbak Sary Melati, Mak Mira Sahid, Mbak Indah Juliani Sibarani dan Mbak Nike Rasyid.


Hari Mingggu ini, 8 Juli 2012, mereka mengadakan pertemuan keduanya di Festival City Link. Aku lihat dekorasinya meriah. Tari Jaipongan yang dibawakan oleh tiga mahasiswi enak dinikmati, renyah. Panggungnya indah. Tempat duduk cukup mewah. Tapi itu tidak akan berarti apa-apa kalau para panitianya tidak ramah. Pada saat-saat seperti itu sikap terbuka dan penerimaan terhadap pengunjung sangatlah berguna. Pengunjung atau tamu akan merekam jejak kesan dari awal sampai akhirnya. Dan aku sendiri menilai pertemuan itu sebagai : istimewa.


Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa? Satu, para pembicaranya banyak. Mereka adalah orang-orang yang penuh prestasi dan cerita pengalaman dan ilmu mereka memuaskan dahaga otak untuk mengaktifkan sinyal-sinyalnya agar bergerak kreatif. Mulai dari mbak Meti Media yang blognya dikunjungi lebih seribu orang setiap bulannya. (Halah Mbak, untuk mencapai prestasi seperti itu, aku tak yakin bakal bisa. Luar biasa pokoknya). Lalu ada Mbak Indari Mastuti, beliau memang aku kagumi sejak lama. Materi yang beliau bawakan adalah mompreneurship. Intinya bagaimana menjadikan blog sebagai sarana untuk mendatangkan uang. Emang bisa? Hehe..bisa kok. Tapi caranya tak akan dibahas disini ya. Nanti kepanjangan tulisannya.


Lalu perwakilan dari Blog Detik membicarakan pentingnya komunitas. Satu yang harus kugarisbawahi bahwa jangan malu untuk aktif masuk pada komunitas yang kita minati. Juga berkunjunglah untuk membaca dan berkomentar di tulisan orang lain. Agar terjadi interaksi sehingga hal itu bisa mendongkrak pengunjung pada blog kita. Hm, terimakasih idenya ya, Mbak.


Acara rehat sejenak untuk makan siang. Seseorang di sampingku mengatakan, “kenapa ya makan siang ini kok rasanya enak banget ya.” Aku tak memberikan komentar tapi dalam hati aku bergumam, “Ya enak Mbak, satu kita sudah lapar, dua memang sari gratis, bagaimana tidak enak, coba?” Maka makan siang itu kuhabiskan tanpa sisa. Hanya tulang belulang ayam bergelatakan dalam dus putih. Berantakan pastinya.


Acara dilanjutkan kembali. Kali ini dari fellowship Internet Sehat, mbak Nike. Beliau lebih menekankan untuk menggunakan internet secara sehat. Tepatnya memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan internet untuk hal-hal yang positif. Beberapa peserta megacungkan tangan untuk bertanya. Terjadi tanya jawab dan kami cukup puas dengan penjelasannya. Terimakasih Internet Sehat.



Dan inilah sesi akhir yang membuat airmataku keluar. Itu karena ulahnya Mbak Erry Andriati yang punya blog Bibi Titi Teliti. Orangnya yang supel, energik, cerdas membuat ia menceritakan kisah ke Korea gara-gara ngeblog, menjadi sungguh meriah. Ia menceritakannya dengan gaya stand up komedi. Sungguh Mbak, keren banget. Aku salut. Selain berbakat jadi blogger nampaknya Mbak berbakat jadi komedian. Hehe.



Terakhir ada tantangan dari Mbak Indah Juliani Sibarani untuk mereview acaranya. Dan hasil tulisanku seperti ini Mbak. Aku ingin menulis yang ringan-ringan saja ah.


Tak lupa kuhaturkan terimakasih juga untuk sponsor acara yang lain, Tabloid Nova. Hadiah tabloidnya mengesankan lho! Wah, aku sungguh beruntung sekali. Aku kan  sedang senang-senangnya mempelajari tentang Bipolar. Dan itu ada di Nova. Sudah dilahap habis tuh artikelnya, malah lapar dan ingin punya buku tentang Bipolar juga nih. Untuk KEB dan sponsor, sekali lagi terimakasih untuk banyak hadiah yang bisa dibawa pulang. 

Lihatlah, semangatku menyala bak bara. Sudah plus semangat ditambah plus lagi. Jadi siap menulis nih. Siap kreatif dan berharap akan ada pertemuan seperti ini lagi selanjutnya. Hidup KEB


***








Posting Komentar