Minggu, 15 Juli 2012

REVIEW BUKU “INSPIRASI MENULIS”


 
Anda suka menulis? Anda ingin menjadi penulis? Ingin tahu juga latar belakang kenapa seseorang menulis? Dan bagaimana suka duka mereka saat awal-awal menulis? Berbagai pengalaman menulis dikupas tuntas dalam buku ini. Lebih kepada bagaimana seseorang menulis pertama kalinya. Semua bermula dari inspirasi. Kemudian jadi motivasi, Kemudian jadi Anda kini, seorang penulis pemula yang berani merintis dan mempunyai cita-cita.

Dibuka dengan manis oleh tulisan Ramadani Ray berjudul Menulis itu Asyik. Bagi seorang Dhani yang menyandang low vision, kekurangannya bukan sebuah halangan untuk menulis. Ia bisa menyelesaikan skripsinya dengan jerih payah sendiri. Untuk kemudian ia merasa bahwa ternyata menulis itu ayik. Ia pun membuat sebuah blog. Lalu  belajar menulis dan bertemu banyak penulis kenamaan. Pada akhirnya  buah manis dipetiknya. Cerpen pertamanya yang dikirim ke media langsung dimuat. Tahukah sobat, tidak semua orang mendapat keberuntungan seperti itu.

Buku ini terbagi empat bagian. Masing-masing penulis mengungkapkan pengalaman yang berbeda.  Bahkan banyak yang menyentuh hati karena menulis menjadi sebuah pelarian yang positif dan bermanfaat. Menulis juga salah satu obat mujarab penghalang kebosanan. Menulis juga bisa menjadi harapan meniti masa depan. Menulis bisa menjadi sarana dakwah yang efektif.

Kata-kata motivasi di dalamnya benar-benar memacu semangat juang. Mungkin Karena terlahir dari pengalaman, sesuatu yang sudah dialami. Simak tulisan Lisa Andriani yang mengatakan : “Aku sudah membaca lebih dari seribu buku, mestinya aku bisa menulis.” Maka ia berpikir dan merealisasikannya dalam kenyataan. Tekadnya berhenti berpikir dan mulai menulis. Cerpennya pun akhirnya dimuat di majalah Gadis.

Banyak penulis mengatakan kalau mustahil seseorang bisa menulis dengan bagus kalau ia tidak suka membaca. Simak kutipan Agus Kindi tentang itu : memilih bahan bacaan yang disukai menjadi hak masyarakat umum tapi untuk seorang penulis (calon penulis). Dan ini kalimat penyemangat saat jenuh hinggap. Membaca dan menulislah kamu sebelum amalanmu yang ditulis dan dibacakan.

Menulis memang terbuka untuk siapa saja. Termasuk untuk seorang buruh migran Indonesia (Risah Zain), seorang disleksia, seorang yang dinyatakan buta warna, seorang yang menyesali kenyataan hidupnya. Pengalaman mereka sunguh menyentuh dan inspiratif.

Anda ingin punya semangat dalam menulis? Kalau begitu Anda layak membaca buku ini.



Kontributor :
1. Ramadhani Ray
2. Agus Kindi
3. Nofriani
4. Fi'Syabaniyah
5. Tsuraya Widuri
6. Nelfi Syafrina
7. Naya Latief
8. Zita Elross
9. Haruka Azary
10. Ridha Alsadi
11. El Kinanti
12. Skylathtar Maryam
13. Wicha Spicca Breeze
14. Haris Firmansyah
15. Rurin Kurniati
16. Gusrianto
17. Indah IP
18. Lisa Andriani
19. Ica Alifah
20. Asni Januarti
21. Risah Zain
22. Tri Lego Indah F. N


Keterangan lebih jelas  klik di sini :
http://www.leutikaprio.com/produk/110210/true_stories/1109279/inspirasi_menulis/1104840/tri_lego_indah
Posting Komentar