Jumat, 22 Februari 2013

Manfaat Lain Berburu Baju Anak di Internet



Teringat masa dulu. Itu lho jamannya aku masih gadis dan sering disuruh mama untuk mengantar adik-adik  berburu baju lebaran. Repot sekali waktu itu. Selain adik yang masih kecil-kecil, mereka susah sekali dibawa naik kendaraan umum. Eh ketika memilih baju, masih juga  ribet. Ini kurang bagus, itu kurang senang dan lain sebagainya.  Padahal kamar pas ngantrinya sudah seperti ular piton. Tambahan lagi, semakin dekat ke hari H semakin orang berdesak-desakan. Hal itu tentu saja membuat adik-adikku kelelahan. 

Sebagai kakak tertua aku harus bisa membujuk mereka agar mendapatkan barang yang mereka inginkan. Jangan sampai pekerjaan kita sia-sia. Kembali ke rumah dengan tangan hampa. Maka aku mencari segala macam trik agar adik-adikku mood belanjanya. Biasanya  aku  menyelip di tempat  agak lapang untuk mencicipi es krim bersama mereka. Atau kuajak dulu mereka makan di restoran siap saji. Setelah bersemangat kembali, baru kuajak berkeliling-keliling lagi. 

Tetapi tambah siang tambah orang berdesakan. Hingga akhirnya aku  memaksakan kehendak kepada mereka dengan sedikit ancaman. Maksudnya agar adikku memilih baju dan celana yang dekat tempat kita berdiri saja. Bahkan celananya dicoba di dekat situ juga. Aku lalu mencari tempat agak tersembunyi di balik baju-baju yang tinggi. 

Mulanya adikku malu karena membuka celana di tempat sembarangan. Kupikir tak mengapalah, toh dia masih kecil ini. Dengan begitu akhirnya didapatlah celana dan baju yang diinginkan. 

Haah, hari yang melelahkan tentunya. Plus harus memperhatikan ultimatum dari mama agar  segera pulang setelah urusan selesai. Hal itu  karena kemungkinan besar  jalanan macet. Yang pada akhirnya membuat kami harus buka puasa di jalan.

Tetapi lain dulu lain sekarang. Sekarang kan jamannya teknologi canggih. Mau belanja baju anak cukup buka internet. Bahkan anaknya  bisa memilih sendiri dengan cara yang amat gampang. Klik kanan, klik kiri , klik mana saja yang disukai. Wah..wah..wah..

Dan ternyata yang mengalami masa itu adalah para keponakan. Mereka yang  familiar dengan internet sudah bisa memilih sendiri bajunya. Bahkan lengkap dengan aksesorinya seperti bando, kalung, dompet, tas dan lainnya. Orangtua cukup mencari kata kunci seperti 'jual baju anak'. Maka akan bertebaran link yang bisa membantu merujuknya menuju toko online yang menjual baju anak branded. Begitu pun untuk mendapatkan harga miring, orangtua bisa mencarinya di grosir baju anak.

Ternyata belanja seperti ini menyenangkan bagi anak. Mereka bahagia karena merasa diberi kepercayaan orangtuanya untuk memilih baju dengan model dan warna kesukaan mereka sendiri. Jika dilakukan bersama-sama maka hal itu bisa menambah keakraban antara orangtua dan anak.

Bahkan untuk anak yang masih kanak-kanak, hal itu bisa menjadi sebuah pembelajaran dan menambah pengetahuannya. Misalnya orangtua memangku anak duduk sambil melihat layar monitor.  Sambil mengamati model-model baju, orangtua bisa mengajarkan pengetahuan kepada anaknya. Misalnya mengenalkan anak berbagai macam busana. Mulai jenis-jenis pakaian seperti dari kaos, blus, celana, rok dan lain sebagainya. Selain itu orangtua juga bisa mengenalkan anak dengan ukuran.

Misalnya, “baju yang ini tangannya panjang, tetapi yang itu tangannya pendek. Ade suka yang mana?”



Anak juga bisa belajar tentang gender. Misalnya orangtua menjelaskan perbedaan antara pakaian laki-laki dan perempuan. Lebih bagus lagi kalau sekalian diajari etika berpakaian.

Anak juga bisa sekalian diperkenalkan dengan berbagai warna. Seperti, "Ade memilih baju yang warnanya biru, coklat, merah  atau yang campur-campur?  Coba lihat ada warna apa saja di baju itu?” 



Bisa juga sambil mengajarkan anak berhitung, “yuk kita hitung roknya ada berapa? Setelah menghitung orangtua lalu menyuruh anak memilihnya. “Wow, ada lima ternyata. Ade pilih yang mana?” 

Dengan cara seperti itu, pengetahuan anak bertambah banyak. Anak pun gembira karena bisa melakukan aktivitas bersama orangtua. Lebih jauhnya lagi, anak akan mempunyai selera berbusana yang baik. Setelah dewasa nanti ia tidak akan berpenampilan  norak Hal itu karena orangtua secara tidak sengaja telah mengajarkan anak seluk beluk berbusana lewat belanja online dengan metode  bermain sambil belajar.


***
Posting Komentar