Biasanya valentine
diisi acara hura-hura, makan-makan, berpesta ria. Huh, apa gunanya. Apalagi
jika dibumbui ada cinta-cintanya gitu. Nggak ikutan deh. Gue
nih, walau remajanya gaul, gak pernah tuh merayakan valentine. Menurut
gue, valentine itu malah cenderung cinta-cintaan di antara remaja. Ngasih
coklat, mawar atau menyatakan cinta. Udah itu ngerasain kencan pertama, ciuman
pertama dan hal indah-indah lainnya. Itu kata mereka, teman-teman gue. Gue
sendiri berbeda.
Saat SMA gue nggak cinta-cintaan kayak gitu.
Bukan gue nggak tertarik sama pria. Tapi pria yang jadi pacar gue harus istimewa.
Ia harus unik, tidak punya karakter pasaran. Maklumlah, gue orang keras dan
babe gue seorang militer. Jadi orang segen kali ama gue. Padahal ke
sekolah gue naik angkot lho seperti kebayakan teman lainnya. Gue disegani sama
teman-teman bukan karena gue cantik, tomboy atau jadi pemimpin mereka. Tapi
mereka semua tahu selera gue kayak gimana.
Pernah lho gue
mengejar-ngejar anak ITB hanya karena dia cool
banget. Kita ketemu di kantin Salman, kampusnya dia. Oh ya, gue suka
ngejambangin kampus itu soalnya gue bercita-cita jadi arsitek. Pergi terus
melihat kampusnya membuat gue lebih semangat untuk mengejar cita-cita gue. Aneh
ya. Biarin ah.
Cowok itu gue temuin
sedang membaca di kantin. Lalu gue lihatin trus ama teman-teman. Dianya geer,
mukanya memerah. Memandang gue juga rada-rada gimana gitu. Sayang setelah makan
dia ngeloyor pergi dan tak pernah ketemu lagi. Tapi sumpeh deh, gue suka cowok
seperti itu. Selalu gue cari tiap ke kantin. Tapi tak pernah bersua lagi.
Hiks.
Wah, malah curhat nih,
udah ya. Sebenarnya gue mau menceritakan sama kalian apa saja yang gue lakukan pada hari valentine.
Gue, nggak pernah datang
tuh kalau ada undangan valentinan, apalagi malam-malam. Maklum babe gue itu
tentara. Galak juga. Walau anak cewek yang super imut, tetap aja gue kena
pukulan sapu lidi kalau bandel. Biasanya
karena gue menyelinap kabur tanpa izin. Pergi bersama beberapa teman pria untuk haiking ke
gunung. Babe gue, walaupun hidup di jaman modern tetapi masih berpikir
konservatif. Beliau khawatir gue diperkosa sama teman-teman cowok gue. Padahal
aslinya, mereka semua segan sama gue. Mereka menganggap gue pemimpin mereka.
Cieee.
Mengenai valentinan, kalau
hari valentine datang tepat di hari sekolah, gue lebih memilih chatting dengan
teman-teman gue anak kuliahan di London.
Dia berasal dari India dan suka berbagi cerita tentang study dan keluarganya. Dia cakep sekali lho. Gue rada-rada
naksir dia juga. Hehe… Tapi yang paling gue suka adalah keramahan dan wawasannya.
Juga cara dia beradaptasi dengan teman-temannya yang berbeda bangsa. Dan biasanya
kita chatting sampai tengah malam. Sampai gue ngantuk sekali tak bisa ditahan.
Gue juga lebih suka
mengisi blog cinta alam gue dibanding hadir di pesta valentine teman-teman.
Iseng gue ikut undangan untuk review produk. Eh gue terpilih. Waktu itu gue
bingung banget mau menulis apa dan bagaimana. Untungnya mbah Google membantu
gue memberikan beberapa contohnya. Jadinya gue dapat uang dan itu bisa gue
belikan kosmetik. Walau tomboy gue senang perawatan lho, tapi bukan berdandan. Gue
juga senang sekali membeli scraft, celana PDL dan buku motivasi serta novel.
Senangnya punya uang
sendiri. Karena jujur sih, nyokap hanya memberi gue uang jajan paspasan. Jika gue
mau haiking ke luar kota, maka gue harus menabung selama seminggu dengan tidak jajan.
Wakakak….
Pernah lho suatu ketika
pas acara valentine di sebuah kafe gue dipaksa datang. Tetapi gue berkeras
mengatakan tidak. Padahal di rumah nggak ada siapa-siapa. Bete juga sih. Babe
dan nyokap gue pergi ke rumah nenek di luar kota. Untuk mengisi kesepian, malam-malam gue membersihkan wc
dan kamar mandi. Menyikat ember-ember. Mengelap sampai bersih dapur tempat
memasak. Dan itu kelar sampai jam 9 malam Teman-teman masih mengsms agar gue datang.
Tapi no, gue nggak peduli.
Walau saat itu tiba-tiba
mati lampu. Waduh, gue kan takut gelap. Bukan apa-apa, khawatir kecoa terbang
dan mampir di hidung gue. Gue akhirnya mengeluarkan air mata. Merasa nelangsa. Haha….anak
tomboy juga ternyata bisa nangis. Dan ketika gue telepon nyokap, gue terisak-isak. Mereka bilang datangnya kemungkinan tengah malam karena macet di jalan. Tambah mengalir deh airmata gue.
Untuk smsan dengan teman juga mustahil, mereka kan sedang asyik menikmati pesta
valentine.
Kalau hari
valentine jatuh di hari libur, biasanya gue ajak genggong gue nonton film
komedi.di bioskop. Kalau di bioskop nggak ada fim komedi yang asyik, maka kita
menonton videonya di salah satu
rumah teman cowok gue. Dan gue wanita satu-satunya. Pernah lho di rumah si
Bayu, mamanya sempat penuh curiga melihat gue. Cewek sendirian kok gabung ama para cowok.
Tapi Alhamdulillah lama-lama mamanya hilang prasangkanya. Maklum gue kan nggak
memimpin anaknya untuk ngapa-ngapa, malah kegiatan yang positif kok, misalnya
membantu mengumpulkan baju bekas untuk korban bencana alam.
Taraa…. gue pernah
melewatkan hari valentine di gunung Papandayan lho! Sumpah, itu untuk menghindari
hura-hura. Hal itu berkesan sekali. Cewek yang ikut banyak juga. Kita kemping dalam
suasana malam yang luar biasa dinginnya. Lalu
kami melewatkan tengah malam di depan api unggun berpegangan tangan
sambil menyanyi lahu Kemesraan-nya om Iwan Fals. Bener deh, hal itu sangaaat
mengesankan. Dan tak akan terlupakan seumur hidup. Bagi gue tentunya. Karena
ternyata gue menemukan cinta pertama gue di sana. Seorang pria cool banget dari kelas lain yang konon
sudah lama naksir gue tapi nggak berani menyatakan. Dan gue menerima cintanya. Bukan,
bukan karena hari itu sedang valentine lho. Tapi ya…pas banget gue juga suka
banget ama dia, aktivitasnya di sekolah. Ya jago basket, ya juara umum, ya aktif berorganisasi,
ya ganteng, anak orang kaya, pakai motor yang gue suka, apalagi ya. Banyak deh
pokoknya. Asyik, kan?
Hoho, itulah lima
kegiatan yang biasa gue lakukan di hari valentine. Nah, kalau teman-teman bagaimana?
N.B

Sedikit info nih teman-teman, jika kalian suka haiking
seperti gue juga, beli sepatunya di Zalora Indonesia ya. Banyak lho macamnya,
tinggal pilih saja. Harganya juga oke punya. Kualitas? Hm, sempurna. Lihat
sendiri saja di sini ya http://www.zalora.co.id/men/sepatu/sepatu-hiking/?sort=popularity&dir=descdonesia.com.
1 komentar:
aku ga pernah melakukan apa2 Mak..
ya seperti biasa aja !
me,perlakukan hari valentine seperti hari biasa :D
Seruu banget tuh yang mendaki gunung
Posting Komentar