Senin, 06 Desember 2010

PENAMPAKKAN

”banner-flash-fiction”
Malam itu aku dan Nels duduk di beranda. Kita asyik membicarakan pesta pernikahan kita. Ketika Nels hendak pulang, aku memeluknya. Ternyata dia berdiri mematung memperhatikanku. Wajahnya menyiratkan muka cemburu.
Dia, laki – laki bule tinggi besar yang selalu menampakkan diri padaku, kelihatan tengah memperhatikanku. Siang tadi, dia melintas di depan jendela. Sorenya memanggil – manggil namaku diantara gelegarnya suara petir. Dan malam ini…
“Nels,” bisikku di telinga tunanganku..
“Ya,” lembut Nels menjawab. “Dia di sana.”
Pelan Nels menengok ke arah yang kutunjuk dengan mataku. Laki – laki bule itu nampak kaget. Dia lalu berteriak kemudian menghilang. Aku langsung pingsan.
Setelah siuman Nels mengungsikan aku ke hotel. Ibunya menjagaku dengan penuh perhatian. Tetapi betapa kagetnya aku ketika tengah malam itu aku melihat ibu Nels dan laki – laki itu sedang…berciuman.



Posting Komentar