Senin, 20 Agustus 2012

Mencari Cantik yang Berkah


Jika diberikan pertanyaan, manakah yang lebih memperhatikan penampilan, pria atau wanita? Saya yakin semua pasti sepakat kalau wanita lebih menonjol dalam mengekspresikan dirinya lewat penampilan fisik. Faktanya, wanita dengan detail memperhatikan kecantikan rambutnya, kukunya dan kulitnya. Belum ditambah  pakaian dan pelengkapnya seperti kerudung, scraft  dan lain sebagainya. Contohnya pada pakaian, wanita akan mencari motif yang sesuai dengan seleranya. Ada yang suka  warna polos, ada yang suka motif batik, ada juga yang merasa pede dengan bunga-bunga kecil bahkan yang kotak-kotak seperti kemeja pria.
Begitu pun modelnya, mereka cerdas untuk memilih model yang disesuaikan dengan bentuk tubuhnya. Misalnya untuk yang berbadan tambun, tentu saja tidak akan memakai gaun model baby doll karena justru  akan mengesankan lebih gemuk lagi. Atau bagi yang kurus, mereka tahu pasti, tidak pantas mengenakan pakaian ketat, karena hanya akan menonjolkan tulangnya yang pipih.    
Tidak hanya sampai di situ, untuk mencari penampilan sempurna, wanita akan menyesuaikan warna pakaian dengan warna tas dan sepatunya. Tak banyak wanita yang berani untuk bermain tabrak warna atau kontras. Kebanyakan mereka lebih nyaman dengan warna yang senada. 

 

          Selain itu, wanita memerlukan lebih banyak macam produk kecantikan untuk membuat dirinya  tampil lebih chic. Selain untuk menjaga kesehatan kulitnya, semua itu  juga dilakukan  untuk kecantikan dirinya. Mulai dari hand and body lotion, pencuci, penyegar muka, pelembab, alas bedak, maskara, eyeliner dan lainnya. Termasuk di dalamnya produk perawatan kecantikan, mulai dari peeling untuk mengangkat sel kulit yang sudah mati, masker bengkuang untuk memutihkan kulit, krem anti aging, bahkan krem untuk merawat payudara.
Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan betapa banyaknya jenis produk kecantikan yang harus digunakan oleh wanita. Masalahnya, apakah hal itu membuat efek yang baik dan berkah bagi dirinya atau malah sebaliknya?
Saya meyakini, dibutuhkan edukasi bagi banyak wanita agar mereka tidak hanya menjadi korban iklan. Seperti kita ketahui akhir-akhir ini betapa maraknya produk pemutih kulit instan yang begitu bebas dijual di pasaran. Penggunanya bukan saja para remaja tetapi ibu-ibu rumah tangga juga. Krem itu dijual bebas di pasaran. Bahkan juga sangat laku lewat penjualan online di internet. Bahkan tidak tercantum nomor registrasi yang terdaftar pada depkes. Gawatnya lagi tidak dicantumkan kandungan isinya. Disinyalir produk itu justru mengandung merkuri yang bisa membahayakan kulit dalam jangka panjang. Di depkes saja tidak terdaftar apalagi ada label halalnya. Wah….jangan harap deh!

Eh, lho kok halal? Bukankah hanya makanan atau minuman yang harus halal itu?
Apa yang masuk ke dalam tubuh kita memang harus halal. Halal sangat perlu bagi seorang muslim. Karena tiap barang yang masuk dalam tubuh kita apabila mengandung sedikit saja unsur yang tidak halal maka haram hukumnya. Seperti minuman yang mengandung alkohol di bawah 10 % tetap saja haram hukumnya. Dan bagaimana dengan kosmetik? Mungkinkah kosmetik mengandung hal-hal yang tidak halal. Dan bagaimana sebuah produk kosmetik bisa dikatakan haram?
Pertama yang harus diingat bahwa zat-zat yang bisa masuk ke dalam tubuh itu tidak semua masuk lewat mulut lho. Sebagai contoh adalah kosmetik.  Kosmetik memang digunakan di permukaan kulit. Tapi ia bisa bisa masuk ke dalam kulit karena kulit itu mengandung pori-pori. Pasti Anda berpikir, memangnya kosmetik terbuat dari bahan apa saja sih?
Sekedar contoh cara pembuatan parfum yang alami itu diperlukan lemak dan sari aroma rempah atau bunga kemudian ditambahkan alkohol untuk melarutkannya. Tetapi tragis, ternyata  banyak produsen kosmetik yang memakai lemak dari  binatang yang diharamkan dalam agama Islam dalam bahan produknya.
Kosmetik walaupun tidak langsung masuk ke dalam tubuh maka hukumnya tetap haram digunakan apabila menggunakan bahan-bahan yang tidak halal. Penyegar misalnya. Sebenarnya  cairannya bisa masuk ke dalam aliran darah lewat pori-pori kulit. Artinya jika penyegar tersebut mengandung alkohol atau bahan kimia berbahaya dan zat-zat yang tidak halal, maka kemungkinan besar bisa terserap ke dalam tubuh.






                Lembaga Pengawas Obat dan Makanan MUI menyatakan dua bahan dalam produk kecantikan yang sebaiknya dihindari karena tidak halal.  Yang pertama  adalah Sodium Heparin. Zat itu berasal dari babi yang jelas-jelas sifat atau jenisnya memang haram. Dan yang kedua adalah plasenta (placenta) yang biasanya diambil dari manusia, kambing atau sapi.
Placenta sendiri adalah istilah untuk ari-ari pada manusia. plasenta kaya akan kandungan darah dan juga protein seperti albumin dan hormon  esterogen . Di pasaran terdapat pada produk sabun mandi, lotion, perawatan kulit dan juga bedak. Khasiatnya memang luar biasa, karena bisa menghentikan regenerasi sel sehingga kulit akan tetap awet muda. Makanya beberapa produsen kosmetik menambahkannya pada penyegar untuk kulit  yang menua.
Tetapi ada juga swine placenta yang berasal dari hewan halal seperti dari jenis ikan dan lebah. Tetapi sikap kehatian-hatian dan waspada harus tetap ditegakkan. Karena ada beberapa produsen nakal yang tidak mencantumkan bahan plasenta secara terang-terangan dalam komposisi bahannya. Tetapi mereka mencantumkannya sebagai “protein”.
Ya, walaupun khasiatnya menakjubkan, tetapi kalau berasal dari bahan yang haram, tunda dulu deh. Sebagai muslim kita tidak mau doa kita terhalang hanya gara-gara dalam tubuh kita terdapat zat-zat yang haram. Makanya, sebagai muslimah yang baik, hendaknya peduli apakah sebuah produk itu halal atau tidak. Dengan begitu kita merasa aman dan nyaman ketika harus mempercantik diri buat suami. Kita kan mencari cantik yang berkah dan bukan cantik yang membawa musibah. Semoga tulisan di blog ini memberi pencerahan dan bermanfaat bagi para wanita muslim di mana saja.  

Sumber :




Posting Komentar