Masa lalu yang pahit sering
menjadi beban dalam kehidupan. Terkadang beban itu berujung panjang
sehingga dikait-kaitkan dengan masa sekarang. Misalnya, jika kehidupan sekarang
suram, maka masa lalulah yang dipersalahkan. Coba kalau tidak bangkrut, tentu sekarang aku bahagia. Atau, andai rekan bisnis tidak menipu, tentu
kehidupan kita akan jauh lebih baik lagi. Jadinya, masa lalu seolah fihak
yang paling menentukan kesialan di masa sekarang.
Jika kita ingin
berkembang, janganlah berpikir demikian. Masa lalu, masa sekarang dan masa yang
akan datang semuanya berkaitan. Tapi bukan untuk membuat kita runtuh dan
semakin jatuh. Sebaliknya, malah bisa menjadi pilar untuk menyusun kekuatan.
Namanya kekuatan kebahagiaan.
Adjie Silarus, orang
muda yang telah beberapa tahun menekuni dunia meditasi, berbagi tip
berdasarkan pengalamannya. Bahwa untuk menemukan bahagia, kita harus bisa
melupakan trauma. Jika trauma didiamkan akan berbahaya karena akan menjadi
beban jiwa. Bisa
diibaratkan trauma itu seperti sumber karat yang memenuhi jantung, hati, dan diri kita. Orang yang
menderita trauma akan merasa kecil dan
sempit di tengah kehidupan yang sangat besar dan luas ini.
Maka belajarlah melupakan hal buruk di masa lalu dan carilah bahagia. Sebenarnya
ia sudah berada di dekat kita. Jadi jangan mencari pakar bahagia paling masyur di
dunia. Tidak akan ada. Tetapi bangunlah
diri kita sendiri. Yakinkan diri akan satu hal.
Masa lalu yang suram, bukan berarti masa depan kita berakhir kelam. Masa lalu yang cemerlang bukan
jaminan masa depan menjadi gemilang. Masa depan kita lebih ditentukan oleh
seberapa kuat kita bisa menghilangkan trauma dan mengampuni masa lalu.Dengan demikian, kita bisa mencari bahagia dengan cara ternyaman sehingga hidup kita
akan tenang.
Dan cara yang paling
praktis untuk itu adalah dengan menenangkan diri dan memasuki keheningan
(meditasi). Mulailah memejamkan mata, sadari sepenuhnya seluruh rasa dalam diri
kita. Terimalah segala kebencian apa adanya. Kemudian perlahan menghirup udara,
dan menghembuskan napas dengan membayangkan seolah-olah segala racun dalam hati
kita peluk dengan penuh kasih sayang bersama hembusan napas itu. Saat
demikian membantu kita untuk mengampuni masa lalu. Dan lakukanlah meditasi
dengan cara seperti itu secara teratur. Niscaya kebahagiaan akan berada dalam
gengaman kita.
Begitulah salah satu cara menemukan bahagia. Tidak
ada syaratnya, bukan? Jadi, kebahagiaan bisa hadir dengan sendirinya ketika seseorang
memilih untuk ikhlas dan mengampuni masa lalu, serta menanamkan rasa bahagia
itu dalam hati serta pikiran kita. Adjie Silarus mengibaratkan keikhlasan dan
pengampunan masa lalu, seperti halnya bumi yang selalu memaafkan manusia pada
setiap kesalahan yang mereka perbuat. Jadi kebahagiaan tidak ditentukan oleh
masa lalu. Kebahagiaan hanya akan hadir jika kita memang MEMILIH UNTUK BAHAGIA!
Meditator lulusan
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menegaskan kembali. “Manusia
perlu belajar memaafkan. Kita diharapkan menjadi orang yang pemaaf dan bukan
pendendam. Masa lalu biarlah berlalu. Karena ia bukanlah sesuatu yang harus
dibawa dalam setiap perjalanan. Ia adalah jalan pembuka bagi masa depan.”
***
Terimakasih banyak
untuk Indscript Creative dengan Personal Branding Agency-nya yang sudah
mengantar penulis secara tidak langsung mengenal tentang meditasi dan tokohnya
Adjie Silarus lebih jauh. Wawasan pengetahuan penulis semakin bertambah. Sedikit
banyak penulis jadi faham seluk beluk meditasi sebagai salah satu jalan menuju
bahagia. Sukses terus untuk kita semua!
***
4 komentar:
meditasi memang sangat penting..
namun saya belum pernah melakukannya..hahaha
nice artikel, memotivasi banget
Fian Syauqi : aku sering, di malam hari, dekat hutan, bersama komunitas, asyik sekali.
Sangat Memotivasi,
Saya sepakat sekali bahwa Untuk menemukan kebahagiaan itu tidak membutuhkan persyaratan, jika diperkanankann untuk berbagi saya ingin berbagi,
Kebahagian memang berada sangat dekat dengan kita tapi jika tidak menyadarinya maka kebahagian itu tidak akan perna tersentuh, kebahagian itu ada dalam pikiran kita semua yang disatukan dengan hati untuk menemukan ketenangan dalam diri, jika kita berpikir bahagia maka hati dan diri kita akan bahagia tapi jika kita merbikir susah maka susahlah semuanya..
Salam hangat dari sahabat.
Sahabat Edyn Laskar, bahagia tidak berada dimana-mana, ia ada dalam pola pikir kita. Salam hangat.
Posting Komentar